Jawa Timur Dan Thailand Meningkatkan Kerjasama Untuk Menyambut AFTA

Jawa Timur Dan Thailand Meningkatkan Kerjasama Untuk Menyambut AFTA – Pemerintah Jawa Timur dan pemerintah Thailand siap untuk memperkuat kerjasama pada bidang ekonomi, terutama dalam sektor perdagangan, pariwisata dan investasi atau TTI (Trade, Tourism, and Investment). Kerjasama ini disiapkan untuk menyongsong pasar bebas ASEAN tahun 2015 (Asean Free Trade Area/AFTA).

Soekarwo selaku Gubernur Jawa Timur ketika menerima kunjungan Paskorn Siriyaphan selaku Duta Besar Thailand untuk Indonesia dan rombongannya mengatakan bahwa Jawa Timur dan juga Thailand harus mempersiapkan dirinya dengan baik untuk menyambut AFTA. Karena Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Thailand memiliki peran penting dalam perekonomian untuk kawasan ASEAN. Karena itulah Jawa Timur ingin memperkuat kerjasama dengan Thailand dalam bidang TTI (Trade, Tourism, and Investment).

Pada sektor perdagangan/trade, Jawa Timur sempat mengalami defisit perdagangan dengan Thailand, terlihat dari data Disperindag Jawa Timur bulan November 2012 yang mana ekspor Jawa Timur ke Thailand hanya USD 403,91 juta padahal impor dari Thailand mencapai USD 928,68 juta. Pada periode yang sama, ekspor Jawa Timur didominasi oleh makanan dan minuman dengan secara keseluruhan mencapai USD 124,597 juta untuk industri kimia dasar dan nilai impor makanan minuman dari Thailand sebesar USD 307,778 juta.

Untuk meningkatkan produksi makanan dan minuman dari hasil pertanian, Gubernur Jawa Timur meminta Thailand agar mendirikan pabrik di Jawa Timur, sebagai salah satu bentuk kerjasama dalam bidang investasi. Tidak hanya itu saja, Jawa Timur juga meminta kerjasama di bidang teknologi pertanian serta lembaga penelitian agrikultur Thailand. Gubernur Jawa Timur mengakui teknologi pertanian Thailand yang baik, oleh karenanya beliau mengharapkan kerjasama antar lembaga penelitian agrikultur Indonesia dan Thailand dapat ditingkatkan.

Dalam bidang pariwisata, Gubernur Jawa Timur berharap Thailand mampu menyediakan paket wisata ke berbagai destinasi yang ada di Jawa Timur. Paket wisata tersebut diharapkan dapat membuat wisatawan Thailand menikmati obyek wisata yang ada di Jawa Timur sekaligus mempromosikannya ketika kembali ke Thailand. Terkait paket wisata tersebut, Gubernur Jawa Timur mengajak Gubernur Bali bekerja sama dalam menyediakan paket wisata Jawa Timur – Bali. Beliau menilai hal ini menguntungkan karena pada waktu-waktu tertentu Bali menjadi sangat padat karena jumlah wisatawan yang meningkat hingga membuat jalan-jalan di Bali menjadi macet. Ketika wisatawan Bali tersebut diarahkan ke Banyuwangi yang keindahan pantainya tidak kalah dengan Bali, setidaknya dapat mengurangi kemacetan di Bali sekaligus memperkenalkan wisata Jawa Timur yang jarang terekspos oleh wisatawan luar negeri.

Selain ketiga bidang tersebut, pemerintah provinsi Jawa Timur juga meminta kerjasama dalam bidang lainnya, yaitu bidang pendidikan khususnya kedokteran. Di Jawa Timur terdapat universitas dengan jurusan kedokteran yang bagus, seperti UNIBRAW dan UNAIR. Sedangkan di Thailand terdapat Chulaborn Research Institute yang terkenal sebagai universitas yang terkenal dengan jurusan kedokterannya. Dengan adanya kerjasama bidang pendidikan ini diharapkan dapat memajukan pendidikan khususnya untuk pendidikan kedokteran di ASEAN.

Paskorn Siriyaphan selaku Duta Besar Thailand untuk Indonesia mengatakan bahwa Thailand siap bekerjasama dalam bidang TTI dengan Jawa Timur. Thailand juga memiliki potensi besar dalam bidang pertanian khususnya agri bisnis. Yang mana salah satu perusahaan terbesar di Thailand yaitu CP Grup memiliki kantor cabang di Indonesia. Dan Thailand akan memfasilitasi agar perusahaan ini dapat membuka kantor cabang berikutnya di Jawa Timur. Tidak berhenti disitu saja, Thailand pun siap mempromosikan Jawa Timur kepada pengusaha-pengusaha Thailand.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIKELOMPOKKAN MENURUT BISNIS

Logistik, Tenaga Kerja, Pariwisata, UKM Transportasi, biji-bijian, pertanian, kendaraan transportasi IT, medis, pengolahan makanan, makanan, karet & pakaian.

MENURUT NEGARA

CLMV Myanmar , Laos, Kamboja , Indonesia, Vietnam, Singapura , Malaysia, Filipina ລາວ Thailand , Brunei, China, Korea , Jepang, India.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
shares