Kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Dalam Pemberdayaan Wilayah Perbatasan

Kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Dalam Pemberdayaan Wilayah Perbatasan – Tiga negara ASEAN yang tergabung dalam IMT-GT yaitu Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle menyatakan komitmen untuk menghadapi dampak dari pandemi virus Covid-19 bersama-sama. Salah satu wujud komitmen ini adalah pemulihan ekonomi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.

Budi Hartawan selaku Plt. Sekjen Kemnaker mengatakan dibutuhkan sebuah kolaborasi strategi antar negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand dalam kerjasama IMT-GT yang memiliki fokus terhadap pemulihan ekonomi dalam wilayah perbatasan ketiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Budi Hartawan juga mengemukakan data-data ADB (Asian Development Bank) selama pandemi dalam konferensi IMT-GT tentang Managing The Impact of Covid-19 on IM-GT WGHRDEC (Working Group on Human Resources Development, Education, and Culture Cooperation). Data yang ditunjukkan memperlihatkan pertumbuhan ekonomi dalam kawasan ASEAN telah mengalami penurunan 3,7%, yang semula 4,7% di tahun 2019 menjadi 1% di tahun 2020 (kuartal pertama). Hal tersebut sesuai dengan laporan ILO yang menyebutkan bahwa pekerja yang ada di kawasan ASEAN mengalami penurunan dan bahkan kehilangan pendapatan. Bahkan bisa dibilang kehilangan perlindungan sosial dan tunjangan terkait pekerjaan memiliki resiko lebih tinggi daripada pekerja migran wanita.

Pandemi ini menimbulkan tantangan baru dalam sektor ketenagakerjaan, yaitu penurunan hasil produksi akibat rantai pemasok global yang terhambat. Hal ini akibat diterapkannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan juga karena adanya pembatasan terhadap pergerakan tenaga kerja atau mobilitas orang. Tantangan ini dapat menyebabkan terganggunya keberlangsungan seluruh usaha yang kemudian diikuti turunnya pendapatan pekerja beserta keluarganya. Krisis yang terjadi ini tidak hanya berdampak terhadap sektor formal, namun juga terhadap sektor informal serta kelompok pekerja tertentu (pekerja lansia, pekerja muda).

Masyarakat yang berada di wilayah perbatasan tidak terlepas dari dampak krisis pandemi. Karena perekonomian masyarakat perbatasan masih tergantung dari mobilitas antar negara dan interaksi perdagangan. Namun pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan krisis, tapi juga membuka banyak peluang baru dalam bidang ketenagakerjaan.

Ketika transisi era new normal, seluruh stakeholder akan didorong untuk beradaptasi dengan cepat agar dapat memanfaatkan peluang untuk mengidentifikasi pekerjaan yang mungkin muncul dimasa depan, seperti memperkuat UMKM dari segi finansial dan juga pemasaran dengan menggunakan teknologi digital dan bekerja tanpa harus ke kantor (work from home). Seperti saat bermain slot online, anda tidak perlu pergi ke kasino untuk bermain dan anda bisa bermain game tersebut secara online hanya dengan menggunakan smartphone.

Dengan adanya IMT-GT diharapkan dapat menjadi forum kerjasama yang potensial untuk menjadikan kawasan ketiga negara yang terintegrasi, inovatif, inklusif dan berkelanjutan. Semangat dan juga solidaritas sub kawasan alias yang berada di wilayah perbatasan akan terus dijaga.
Sedangkan Karo KLN (Kerja Sama Luar Negeri) Kemnaker, yaitu Indah Anggoro Putri yang juga selaku Ketua dalam WG HRDEC menambahkan bahwa forum ini berhasil menghasilkan sebuah rekomendasi kolaborasi yang potensial antar tiga negara dalam sektor ketenagakerjaan sebagai salah satu penanganan terhadap dampak pandemi Covid-19. Rekomendasi ini nantinya akan disesuaikan dengan implementasi dari Blueprint IMT-GT tahun 2017 hingga 2021. Seperti misalnya dengan memberikan peningkatan kapasitas untuk pelatihan dalam bidang digital marketing dan juga dalam penggunaan teknologi untuk mendukung UMKM serta sektor ketenagakerjaan yang berada di wilayah perbatasan. Tidak hanya itu saja, namun juga melakukan penguatan peran pemerintah daerah, terutama 10 provinsi yang ada di Sumatera terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat dan juga peningkatan keterampilan dengan melibatkan mitra WG HRDEC yaitu University Network (UNINET) dan Joint Business Council (JBC).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIKELOMPOKKAN MENURUT BISNIS

Logistik, Tenaga Kerja, Pariwisata, UKM Transportasi, biji-bijian, pertanian, kendaraan transportasi IT, medis, pengolahan makanan, makanan, karet & pakaian.

MENURUT NEGARA

CLMV Myanmar , Laos, Kamboja , Indonesia, Vietnam, Singapura , Malaysia, Filipina ລາວ Thailand , Brunei, China, Korea , Jepang, India.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
shares