Kesepakatan Pengembangan Kerjasama Indonesia – Thailand & Indonesia – Pakistan

Kesepakatan Pengembangan Kerjasama Indonesia – Thailand & Indonesia – Pakistan – Pemerintah Indonesia – Thailand telah sepakat untuk mengembangkan kerjasama nya dalam bidang investasi dan juga perdagangan. Desra Percaya selaku Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa persahabatan antara Indonesia dan Thailand adalah aset utama untuk memperkuat hubungan kemitraan agar mendapatkan masa depan kedua negara yang lebih baik. Pernyataan beliau disampaikan dalam seminar Indonesia – Thailand dengan tema Going Forward: Thailand-Indonesia Trade and Investment Cooperation yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand.
Dalam forum itu, Desra sepakat dengan adanya kesempatan dalam mengembangkan kerjasama antar kedua negara sangat besar, terutama dalam bidang ekonomi digital, industri makanan, pariwisata dan juga pertanian. Namun beliau juga mengakui bahwa tantangan selalu ada. Kedua pemerintahan harus bisa lebih efisien untuk mengimbangi sektor swasta yang berkembang dengan cepat. Apalagi dengan pengembangan teknologi 4.0, Indonesia dan Thailand sangat optimis mampu meningkatkan kerjasama tersebut.

Dalam dua tahun, perdagangan bilateral antara Indonesia dan Thailand telah tumbuh secara signifikan, yaitu tahun 2015 sebesar USD 13,59 miliar dan tahun 2017 sebesar USD 15,74 miliar atau naik sebesar 15,82% hanya dalam 2 tahun. Sedangkan dalam bidang investasi, Thailand berada pada peringkat ke 12 sebagai sumber investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment di Indonesia. Desra pun mengundang dan juga mendorong perusahaan-perusahaan Thailand untuk meningkatkan investasinya yang dimiliki di Indonesia.

Untuk memperbaiki iklim investasi, pemerintah meluncurkan 12 paket ekonomi, mengeluarkan one stop service office yang mana proses perizinan dapat selesai hanya dalam 3 jam dan juga terdapat direct construction facility. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk reformasi Indonesia untuk memecahkan berbagai permasalahan struktural.
Sementara itu Pitchayapa Charnbhumidol selaku Jenderal Departemen Asia Timur, Kementerian Luar Negeri Thailand memuji peran Indonesia dalam inisiatif global seperti menjadi penyelenggara KAA (Konferensi Asia – Afrika) dan juga kepemimpinan ASEAN serta menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk dalam G-20. Indikator kekuatan ekonomi Indonesia yang positif menjadi tujuan investasi menarik bagi perusahaan-perusahaan asal Thailand. Sehingga dengan adanya forum bisnis dalam kalangan swasta dan perusahaan asal Thailand membuat pergerakan perdagangan dan juga investasi di Indonesia semakin meningkat.

Dalam sektor kerjasama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan di luar komoditas minyak kelapa sawit, Iwan Suyudhie Amri selaku Duta Besar RI untuk Pakistan mengatakan bahwa Indonesia harus terus berinovasi untuk mencari cara agar kerjasama antar kedua negara dapat meningkat di luar komoditi kelapa sawit.

Jika dilihat dari total nilai perdagangan bilateral di tahun 2017, nilainya sebesar USD 2,64 miliar yang mana 60% nya disumbang oleh minyak kelapa sawit dengan surplus sebesar USD 2,15 miliar. KBRI Islamabad mengunjungi MCCI (Multan Chamber of Commerce and Industry), dimana posisi Multan strategi sebagai kota keempat terbesar yang ada di provinsi Punjab dengan sumber daya alam yang kaya dan produk tekstil serta produk pertanian yang melimpah. Iwan mengatakan ada beberapa komoditas yang dapat ditingkatkan perdagangannya sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi perekonomian dua negara.

Selama Dubes Iwan berinteraksi dengan pengusaha-pengusaha di Kadin Multan, beliau juga mengajak kedua negara untuk menciptakan hubungan perdagangan yang berkesinambungan dan lebih produktif. Kelebihan yang dimiliki kota Multan akan menjadi pijakan untuk peningkatan diversifikasi kerjasama perdagangan antar kedua negara, yaitu Indonesia dan Pakistan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIKELOMPOKKAN MENURUT BISNIS

Logistik, Tenaga Kerja, Pariwisata, UKM Transportasi, biji-bijian, pertanian, kendaraan transportasi IT, medis, pengolahan makanan, makanan, karet & pakaian.

MENURUT NEGARA

CLMV Myanmar , Laos, Kamboja , Indonesia, Vietnam, Singapura , Malaysia, Filipina ລາວ Thailand , Brunei, China, Korea , Jepang, India.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
shares