Segitiga Emas IMT-GT Untuk Meningkatkan Perekonomian Indonesia

Segitiga Emas IMT-GT Untuk Meningkatkan Perekonomian Indonesia – Presiden Joko Widodo mengatakan akan menuntaskan berbagai proyek infrastruktur untuk membantu pembangunan ekonomi Indonesia, Malaysia dan Thailand. Hal tersebut beliau katakana ketika memimpin pertemuan ke-12 IMT-GT (Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle) di sela-sela KTT ke-34 ASEAN yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Dalam pertemuan tersebut juga hadir Mahathir Mohamad selaku Perdana Menteri Malaysia, Prayut Chan-o-cha selaku Perdana Menteri Thailand, Lim Jock Hoi selaku Sekretaris Jenderal ASEAN dan Takehiko Akano selaku Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB).

Pada awal sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan kerjasama ketiga negara dalam IMT-GT sebagai kerjasama segitiga emas dengan total penduduk 83 juta, 14 provinsi Thailand, 10 provinsi Indonesia dan 8 negara bagian Malaysia. Kerjasama IMT-GT banyak memberikan kontribusi dalam membangun perekonomian terutama dalam sub-kawasan termasuk juga untuk meningkatkan daya saing yang ada di daerah-daerah, meningkatkan nilai perdagangan, investasi, pariwisata dan juga meningkatkan konektivitas.

Menurut Presiden Joko Widodo, tantangan bagi IMT-GT kedepannya tidak hanya dalam mempertahankan pencapaian selama puluhan tahun ini, namun juga memastikan bahwa pembangunan bisa dilakukan dengan lebih efektif. Dinamika perekonomian penuh dengan ketidakpastian, sehingga sangat penting adanya kerjasama IMT-GT untuk meningkatkan sinergi dan juga koordinasi dalam kerjasama.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan 3 cara untuk meningkatkan kerjasama khususnya dalam bidang ekonomi ketiga negara. Pertama adalah melakukan pengembangan proyek infrastruktur dan menyelesaikan proyek-proyek tersebut. Ini sejalan dengan fokus implementasi IMT-GT Vision untuk tahun 2036. Indonesia telah berkomitmen kuat untuk menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur konektivitas yang ada di Sumatera, contohnya seperti penyelesaian jalur kereta api, tol Trans Sumatera, Pelabuhan dan juga jalur pelajaran antara Dumai – Malaka agar dapat meningkatkan perdagangan lintas negara (Indonesia – Malaysia). Menurut Jokowi, pengembangan konektivitas fisik tersebut diperlukan untuk mendorong pengembangan dalam bidang pariwisata khususnya di kawasan IMT-GT. Terdapat potensi besar di Indonesia, Malaysia dan Thailand, yaitu wisata bahari seperti pariwisata menggunakan kapal pesiar serta yacht, dan juga pengembangan SDM untuk pelaku usaha dalam sektor pariwisata.

Yang kedua adalah pertumbuhan ekonomi yang sifatnya berkelanjutan dan juga inklusif. Dalam hal ini yang dimaksud adalah pada sektor pertanian yang memiliki peran sangat penting dalam kontribusinya terhadap pembangunan di sub-kawasan IMT-GT. Komoditas yang memiliki multiplier efek besar terhadap perekonomian adalah karet dan juga kepala sawit. Untuk itulah diperlukan peningkatan kerjasama yang konkret untuk memajukan kedua industri ini.

Yang ketiga adalah sektor industri halal. Kerjasama ketiga negara perlu mendorong dalam penguatan kerjasama untuk sektor UMKM halal yang memiliki orientasi ekspor dan juga halal startup. Tahun 2020 Indonesia bermaksud untuk menyelenggarakan Halal Summit di bulan Oktober. Dan harapannya dengan adanya summit ini akan membuat peluang industri halal di Indonesia. Didampingi oleh Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri, Darmin Nasution selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan, Pramono Anung selaku Sekretaris Kabinet dan Ahmad Rusdi selaku Dubes RI untuk Thailand, Presiden Jokowi menyampaikan ide-ide tersebut.

Sumatera Utara menjadi salah satu sub-kawasan yang dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kerjasama ketiga negara tersebut. Yang mana kerjasama ini dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Sumatera Utara. Hal ini dijelaskan sendiri oleh Dr Hj R Sabrina selaku Sekretaris Daerah Provinsi Sumut saat rapat persiapan IMT-GT. Menurut beliau, kerjasama ini dapat dimaksimalkan dengan peran aktif perusahaan IDN Poker dan pemerintah provinsi Sumatera Utara.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIKELOMPOKKAN MENURUT BISNIS

Logistik, Tenaga Kerja, Pariwisata, UKM Transportasi, biji-bijian, pertanian, kendaraan transportasi IT, medis, pengolahan makanan, makanan, karet & pakaian.

MENURUT NEGARA

CLMV Myanmar , Laos, Kamboja , Indonesia, Vietnam, Singapura , Malaysia, Filipina ລາວ Thailand , Brunei, China, Korea , Jepang, India.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
shares